Cakrapedia,-

Pada akhir 2015, The World Tourism Organization (UNWTO) menempatkan Italia di posisi kelima sebagai negara yg paling banyak menerima kunjungan wisatawan.

Baik budaya maupun keindahan negaranya membuat Italia menjadi pilihan banyak orang buat berlibur. Colloseum, Museum Vatikan, Venice sampai kuliner pizza yaitu berbagai pilihan yg menarik minat wisatawan.

Seperti dikutip dari situs Lonely Planet, pada musim panas tahun ini, Venice mengalami kenaikan wisatawan sebesar 5 persen. Sedangkan Capri melonjak di 9 persen, dan Cinque Terre National Park menanjak di angka 20 persen.

Namun, kenaikan jumlah wisatawan yg tiba ke Italia tak terlalu disambut baik oleh masyarakat setempat. Bertambahnya wisatawan menyebabkan kota-kota wisata semakin padat. Kepadatan itu sendiri membuat masyarakat sulit buat menjalani aktivitas sehari-hari.

Keluhan warga terhadap terhimpitnya mereka di kota sendiri mengundang tindakan dari pemerintah. Pemerintah bersama dengan masyarakat setempat coba buat mengantisipasi kepadatan yg terjadi. Seperti salah satunya kemacetan yg semakin memburuk. Bagi masyarakat Italia, musim ini adalah yg terburuk dibandingkan dengan tahun lalu.

Salah satunya Venice yg terkenal sebagai kota di atas air. Luigi Brugnaro, Wali Kota Venice berencana mulai membuat Water Bus (vaporetti) buat masyarakatnya. Hal ini yaitu upaya agar kota lebih layak dihuni oleh penduduknya.

Menurutnya, situasi padatnya turis di Venice mampu meningkatkan resiko adanya konfrontasi antara turis dan penduduk lokal.

Sementara itu, Enit, badan pariwisata Italia, dan Kementerian Kebudayaan tengah bekerja bersama mencari solusi dari terlalu padatnya turis yg tiba ke Italia. Director Enit,  Fabio Lazzerini, menuturkan salah sesuatu usulannya adalah membatasi akses turis juga pajak tambahan bagi turis yg berkunjung ke kota-kota tertentu.

Sumber: http://travel.kompas.com

Cakrapedia,-

Pada akhir 2015, The World Tourism Organization (UNWTO) menempatkan Italia di posisi kelima sebagai negara yg paling banyak menerima kunjungan wisatawan.

Baik budaya maupun keindahan negaranya membuat Italia menjadi pilihan banyak orang buat berlibur. Colloseum, Museum Vatikan, Venice sampai kuliner pizza yaitu berbagai pilihan yg menarik minat wisatawan.

Seperti dikutip dari situs Lonely Planet, pada musim panas tahun ini, Venice mengalami kenaikan wisatawan sebesar 5 persen. Sedangkan Capri melonjak di 9 persen, dan Cinque Terre National Park menanjak di angka 20 persen.

Namun, kenaikan jumlah wisatawan yg tiba ke Italia tak terlalu disambut baik oleh masyarakat setempat. Bertambahnya wisatawan menyebabkan kota-kota wisata semakin padat. Kepadatan itu sendiri membuat masyarakat sulit buat menjalani aktivitas sehari-hari.

Keluhan warga terhadap terhimpitnya mereka di kota sendiri mengundang tindakan dari pemerintah. Pemerintah bersama dengan masyarakat setempat coba buat mengantisipasi kepadatan yg terjadi. Seperti salah satunya kemacetan yg semakin memburuk. Bagi masyarakat Italia, musim ini adalah yg terburuk dibandingkan dengan tahun lalu.

Salah satunya Venice yg terkenal sebagai kota di atas air. Luigi Brugnaro, Wali Kota Venice berencana mulai membuat Water Bus (vaporetti) buat masyarakatnya. Hal ini yaitu upaya agar kota lebih layak dihuni oleh penduduknya.

Menurutnya, situasi padatnya turis di Venice mampu meningkatkan resiko adanya konfrontasi antara turis dan penduduk lokal.

Sementara itu, Enit, badan pariwisata Italia, dan Kementerian Kebudayaan tengah bekerja bersama mencari solusi dari terlalu padatnya turis yg tiba ke Italia. Director Enit,  Fabio Lazzerini, menuturkan salah sesuatu usulannya adalah membatasi akses turis juga pajak tambahan bagi turis yg berkunjung ke kota-kota tertentu.

Sumber: http://travel.kompas.com

Beberapa Tempat Wisata Italia Terlalu Ramai Dikunjungi Turis

Cakrapedia,-

Pada akhir 2015, The World Tourism Organization (UNWTO) menempatkan Italia di posisi kelima sebagai negara yg paling banyak menerima kunjungan wisatawan.

Baik budaya maupun keindahan negaranya membuat Italia menjadi pilihan banyak orang buat berlibur. Colloseum, Museum Vatikan, Venice sampai kuliner pizza yaitu berbagai pilihan yg menarik minat wisatawan.

Seperti dikutip dari situs Lonely Planet, pada musim panas tahun ini, Venice mengalami kenaikan wisatawan sebesar 5 persen. Sedangkan Capri melonjak di 9 persen, dan Cinque Terre National Park menanjak di angka 20 persen.

Namun, kenaikan jumlah wisatawan yg tiba ke Italia tak terlalu disambut baik oleh masyarakat setempat. Bertambahnya wisatawan menyebabkan kota-kota wisata semakin padat. Kepadatan itu sendiri membuat masyarakat sulit buat menjalani aktivitas sehari-hari.

Keluhan warga terhadap terhimpitnya mereka di kota sendiri mengundang tindakan dari pemerintah. Pemerintah bersama dengan masyarakat setempat coba buat mengantisipasi kepadatan yg terjadi. Seperti salah satunya kemacetan yg semakin memburuk. Bagi masyarakat Italia, musim ini adalah yg terburuk dibandingkan dengan tahun lalu.

Salah satunya Venice yg terkenal sebagai kota di atas air. Luigi Brugnaro, Wali Kota Venice berencana mulai membuat Water Bus (vaporetti) buat masyarakatnya. Hal ini yaitu upaya agar kota lebih layak dihuni oleh penduduknya.

Menurutnya, situasi padatnya turis di Venice mampu meningkatkan resiko adanya konfrontasi antara turis dan penduduk lokal.

Sementara itu, Enit, badan pariwisata Italia, dan Kementerian Kebudayaan tengah bekerja bersama mencari solusi dari terlalu padatnya turis yg tiba ke Italia. Director Enit,  Fabio Lazzerini, menuturkan salah sesuatu usulannya adalah membatasi akses turis juga pajak tambahan bagi turis yg berkunjung ke kota-kota tertentu.

Sumber: http://travel.kompas.com