Daniella Schon tidak mau repot-repot naik ke Pos Jaga Sungai Koran. Masih berpakaian lengkap, turis yang berasal Afrika Selatan itu segera nyebur ke sungai berwarna hitam yg berkeliling Pos Jaga.

Aksinya diikuti Tatang, Kepala Resor Pos Sungai Koran yg hari itu menemani Daniella mengelilingi rawa gambut di area sungai.

Pos Jaga Sungai Koran adalah bangunan yg terletak di tengah area Sungai Koran, Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Sungai Koran memiliki warna hitam karena kandungan tannin yang tinggi. Tannin berasal dari gambut kedalaman 1-17 meter yg ada di dasar sungai.

Secara administratif, TN Sebangau masuk dalam tiga wilayah yakni Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau. Area Sungai Koran adalah yg paling dekat dari Kota Palangkaraya. Dermaganya terletak di Desa Kereng Bengkirai, sekitar 15 menit perjalanan dari pusat kota.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Pos Jaga Sungai Koran di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah.

Daniella asyik berenang di sungai berwarna hitam pekat. “Ayo sini!” celetuknya. Wanita yg aktif dalam organisasi berbasis lingkungan itu mengatakan, meskipun berwarna hitam, air Sungai Koran sangat menyegarkan.

Keesokan harinya, KompasTravel kembali menyambangi Pos Jaga Sungai Koran. Baju ganti telah terlipat rapi dalam ransel. Usai menyusuri “jalur reptil” di belakang Pos Jaga, saatnya coba berenang di “sungai hitam”.

Daniella benar, airnya sangat menyegarkan. Sama sekali tak pekat seperti kelihatannya. Namun rupanya, arus air di depan Pos Jaga Sungai Koran cukup besar. KompasTravel beberapa kali terbawa arus sehingga harus berusaha cukup keras bagi kembali ke tangga Pos Jaga.

“Di bawah sini kedalamannya sekitar 6-8 meter. Namun di dasarnya ada gambut dan batang-batang pohon yg entah berapa banyak,” tutur Abdullah, salah sesuatu petugas TN Sebangau.

Abdullah dan Ferry, beberapa petugas TN Sebangau yg menemani KompasTravel pun ikut menyeburkan diri. Sayangnya waktu memamerkan pukul 17.00 WIB, kalian tak dapat berlama-lama berenang karena harus kembali ke dermaga di Desa Kereng Bangkirai sebelum matahari terbenam.


Sumber: http://travel.kompas.com

 

 Daniella Schon tidak mau repot-repot naik ke Pos Jaga Sungai Koran. Masih berpakaian lengkap, turis yang berasal Afrika Selatan itu segera nyebur ke sungai berwarna hitam yg berkeliling Pos Jaga.

Aksinya diikuti Tatang, Kepala Resor Pos Sungai Koran yg hari itu menemani Daniella mengelilingi rawa gambut di area sungai.

Pos Jaga Sungai Koran adalah bangunan yg terletak di tengah area Sungai Koran, Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Sungai Koran memiliki warna hitam karena kandungan tannin yang tinggi. Tannin berasal dari gambut kedalaman 1-17 meter yg ada di dasar sungai.

Secara administratif, TN Sebangau masuk dalam tiga wilayah yakni Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau. Area Sungai Koran adalah yg paling dekat dari Kota Palangkaraya. Dermaganya terletak di Desa Kereng Bengkirai, sekitar 15 menit perjalanan dari pusat kota.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Pos Jaga Sungai Koran di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah.

Daniella asyik berenang di sungai berwarna hitam pekat. “Ayo sini!” celetuknya. Wanita yg aktif dalam organisasi berbasis lingkungan itu mengatakan, meskipun berwarna hitam, air Sungai Koran sangat menyegarkan.

Keesokan harinya, KompasTravel kembali menyambangi Pos Jaga Sungai Koran. Baju ganti telah terlipat rapi dalam ransel. Usai menyusuri “jalur reptil” di belakang Pos Jaga, saatnya coba berenang di “sungai hitam”.

Daniella benar, airnya sangat menyegarkan. Sama sekali tak pekat seperti kelihatannya. Namun rupanya, arus air di depan Pos Jaga Sungai Koran cukup besar. KompasTravel beberapa kali terbawa arus sehingga harus berusaha cukup keras bagi kembali ke tangga Pos Jaga.

“Di bawah sini kedalamannya sekitar 6-8 meter. Namun di dasarnya ada gambut dan batang-batang pohon yg entah berapa banyak,” tutur Abdullah, salah sesuatu petugas TN Sebangau.

Abdullah dan Ferry, beberapa petugas TN Sebangau yg menemani KompasTravel pun ikut menyeburkan diri. Sayangnya waktu memamerkan pukul 17.00 WIB, kalian tak dapat berlama-lama berenang karena harus kembali ke dermaga di Desa Kereng Bangkirai sebelum matahari terbenam.


Sumber: http://travel.kompas.com

Sensasi Berenang Di “Sungai Hitam” Pedalaman Kalimantan

 

 Daniella Schon tidak mau repot-repot naik ke Pos Jaga Sungai Koran. Masih berpakaian lengkap, turis yang berasal Afrika Selatan itu segera nyebur ke sungai berwarna hitam yg berkeliling Pos Jaga.

Aksinya diikuti Tatang, Kepala Resor Pos Sungai Koran yg hari itu menemani Daniella mengelilingi rawa gambut di area sungai.

Pos Jaga Sungai Koran adalah bangunan yg terletak di tengah area Sungai Koran, Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Sungai Koran memiliki warna hitam karena kandungan tannin yang tinggi. Tannin berasal dari gambut kedalaman 1-17 meter yg ada di dasar sungai.

Secara administratif, TN Sebangau masuk dalam tiga wilayah yakni Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau. Area Sungai Koran adalah yg paling dekat dari Kota Palangkaraya. Dermaganya terletak di Desa Kereng Bengkirai, sekitar 15 menit perjalanan dari pusat kota.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Pos Jaga Sungai Koran di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah.

Daniella asyik berenang di sungai berwarna hitam pekat. “Ayo sini!” celetuknya. Wanita yg aktif dalam organisasi berbasis lingkungan itu mengatakan, meskipun berwarna hitam, air Sungai Koran sangat menyegarkan.

Keesokan harinya, KompasTravel kembali menyambangi Pos Jaga Sungai Koran. Baju ganti telah terlipat rapi dalam ransel. Usai menyusuri “jalur reptil” di belakang Pos Jaga, saatnya coba berenang di “sungai hitam”.

Daniella benar, airnya sangat menyegarkan. Sama sekali tak pekat seperti kelihatannya. Namun rupanya, arus air di depan Pos Jaga Sungai Koran cukup besar. KompasTravel beberapa kali terbawa arus sehingga harus berusaha cukup keras bagi kembali ke tangga Pos Jaga.

“Di bawah sini kedalamannya sekitar 6-8 meter. Namun di dasarnya ada gambut dan batang-batang pohon yg entah berapa banyak,” tutur Abdullah, salah sesuatu petugas TN Sebangau.

Abdullah dan Ferry, beberapa petugas TN Sebangau yg menemani KompasTravel pun ikut menyeburkan diri. Sayangnya waktu memamerkan pukul 17.00 WIB, kalian tak dapat berlama-lama berenang karena harus kembali ke dermaga di Desa Kereng Bangkirai sebelum matahari terbenam.


Sumber: http://travel.kompas.com