Cakrapedia,-

INGIN jalan-jalan tetapi nggak milik uang banyak? Sri Lanka dapat jadi tujuan liburan kamu selanjutnya. Mata uang Sri Lanka adalah Rupee harga tukar dan nilai pakainya masih di bawah Indonesia, di mana 1 dollar AS setara dengan 144 Rupee. 100 Rupee setara dengan Rp 1.000.

Harga kebutuhan hidup sehari-hari di Sri Lanka juga masih lebih murah dibanding Indonesia. Harga sesuatu kali makan nasi kari misalnya, di kedai biasa harganya kisaran 150-200 Rupee atau setara dengan Rp 15.000 – Rp 20.000. Di restoran yg agak besar tak jauh beda harganya. Sedikit lebih mahal di dua kawasan turis namun masih dapat dijangkau, antara 250-350 Rupee atau setara dengan Rp 25.000 – Rp 35.000.

Transportasi juga demikian. Bus dalam kota kisaran 10-20 Rupee atau setara dengan Rp 1.000 – Rp 2.000. Bus antar kota sedikit lebih mahal namun tetap hitungannya murah bagi kita. Rata–rata bus antar kota kelas ekonomi di kisaran harga 100-300 Rupee atau Rp 10.000 – Rp 30.000.

Kereta antar kota juga demikian. Gerbong kelas 3 yg paling murah bagi antar kota dengan jarak waktu 3-5 jam perjalanan rata-rata harganya 50-150 Rupee atau setara dengan Rp 5.000 – Rp 15.000. Kelas 1 yg paling mahal dikisaran harga 300 Rupee atau setara dengan Rp 30.000. Bila ingin lebih murah, para turis biasa membeli tiket kelas 2. Bedanya adalah kelas 1 menggunakan AC sementara kelas 2 tak ada AC.

Hanya terasa sedikit mahal bagi tiket masuk area turis. Tiket resmi mampu mencapai 20-30 dollar AS. Namun tingkat penjagaan tiket di kawasan Sri Lanka tak terlalu ketat. Berdasarkan pengalaman KompasTravel, para sopir tuk-tuk atau staf hotel  menawarkan “jalan belakang” atau bayar tanpa tiket resmi yg harganya lebih murah.

Saat mengelilingi di kota tua Arunadhapura, seharusnya membayar tiket seharga 25 dollar AS. Namun KompasTravel cuma diminta uang tambahan 2.000 Rupee atau setara dengan Rp 200.000 atau sekitar 17 dollar AS buat masuk ke Stupa dan reruntuhan peninggalan sejarah.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Pantai di Sri Lanka yaitu daya tarik bagi mendatangkan wisatawan.

Untuk belanja makanan, minuman atau barang, toko-toko di Sri Lanka mematok harga yg sama dengan masyarakat lokal. Yang patut diwaspadai adalah harga tuk-tuk dan dua hotel.

Makanya bagi harga transportasi, lebih rajinlah bertanya terlebih lalu seputar harga dan arah jalan. Untuk hotel lebih mudahnya adalah pesan dan bayar melalui website perjalanan atau cara online.

Untuk penerbangan mulai sedikit mahal dan sedikit pilihan. Dari Indonesia biasanya para turis memakai pesawat Malaysia Airlines dan Lankan Airlines. Untuk pesawat penerbangan murah, AirAsia menyediakan rute dari Kuala Lumpur ke Kolombo. Penerbangan ini tidak jarang menawarkan harga promo ke Kolombo. Kalau beruntung dapat mendapatkan harga Rp 1-2 juta saja bagi tiket PP.

Dengan kantong kocek yg tipis, kamu mampu menikmati pemandangan dan pantai yg bagus. Ditambah mengenal lebih dalam negara yg baru membuka diri. Menyenangkan bukan?
Sumber: http://travel.kompas.com

Cakrapedia,-

INGIN jalan-jalan tetapi nggak milik uang banyak? Sri Lanka dapat jadi tujuan liburan kamu selanjutnya. Mata uang Sri Lanka adalah Rupee harga tukar dan nilai pakainya masih di bawah Indonesia, di mana 1 dollar AS setara dengan 144 Rupee. 100 Rupee setara dengan Rp 1.000.

Harga kebutuhan hidup sehari-hari di Sri Lanka juga masih lebih murah dibanding Indonesia. Harga sesuatu kali makan nasi kari misalnya, di kedai biasa harganya kisaran 150-200 Rupee atau setara dengan Rp 15.000 – Rp 20.000. Di restoran yg agak besar tak jauh beda harganya. Sedikit lebih mahal di dua kawasan turis namun masih dapat dijangkau, antara 250-350 Rupee atau setara dengan Rp 25.000 – Rp 35.000.

Transportasi juga demikian. Bus dalam kota kisaran 10-20 Rupee atau setara dengan Rp 1.000 – Rp 2.000. Bus antar kota sedikit lebih mahal namun tetap hitungannya murah bagi kita. Rata–rata bus antar kota kelas ekonomi di kisaran harga 100-300 Rupee atau Rp 10.000 – Rp 30.000.

Kereta antar kota juga demikian. Gerbong kelas 3 yg paling murah bagi antar kota dengan jarak waktu 3-5 jam perjalanan rata-rata harganya 50-150 Rupee atau setara dengan Rp 5.000 – Rp 15.000. Kelas 1 yg paling mahal dikisaran harga 300 Rupee atau setara dengan Rp 30.000. Bila ingin lebih murah, para turis biasa membeli tiket kelas 2. Bedanya adalah kelas 1 menggunakan AC sementara kelas 2 tak ada AC.

Hanya terasa sedikit mahal bagi tiket masuk area turis. Tiket resmi mampu mencapai 20-30 dollar AS. Namun tingkat penjagaan tiket di kawasan Sri Lanka tak terlalu ketat. Berdasarkan pengalaman KompasTravel, para sopir tuk-tuk atau staf hotel  menawarkan “jalan belakang” atau bayar tanpa tiket resmi yg harganya lebih murah.

Saat mengelilingi di kota tua Arunadhapura, seharusnya membayar tiket seharga 25 dollar AS. Namun KompasTravel cuma diminta uang tambahan 2.000 Rupee atau setara dengan Rp 200.000 atau sekitar 17 dollar AS buat masuk ke Stupa dan reruntuhan peninggalan sejarah.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Pantai di Sri Lanka yaitu daya tarik bagi mendatangkan wisatawan.

Untuk belanja makanan, minuman atau barang, toko-toko di Sri Lanka mematok harga yg sama dengan masyarakat lokal. Yang patut diwaspadai adalah harga tuk-tuk dan dua hotel.

Makanya bagi harga transportasi, lebih rajinlah bertanya terlebih lalu seputar harga dan arah jalan. Untuk hotel lebih mudahnya adalah pesan dan bayar melalui website perjalanan atau cara online.

Untuk penerbangan mulai sedikit mahal dan sedikit pilihan. Dari Indonesia biasanya para turis memakai pesawat Malaysia Airlines dan Lankan Airlines. Untuk pesawat penerbangan murah, AirAsia menyediakan rute dari Kuala Lumpur ke Kolombo. Penerbangan ini tidak jarang menawarkan harga promo ke Kolombo. Kalau beruntung dapat mendapatkan harga Rp 1-2 juta saja bagi tiket PP.

Dengan kantong kocek yg tipis, kamu mampu menikmati pemandangan dan pantai yg bagus. Ditambah mengenal lebih dalam negara yg baru membuka diri. Menyenangkan bukan?
Sumber: http://travel.kompas.com

Murah, Alasan Liburan Ke Sri Lanka

Cakrapedia,-

INGIN jalan-jalan tetapi nggak milik uang banyak? Sri Lanka dapat jadi tujuan liburan kamu selanjutnya. Mata uang Sri Lanka adalah Rupee harga tukar dan nilai pakainya masih di bawah Indonesia, di mana 1 dollar AS setara dengan 144 Rupee. 100 Rupee setara dengan Rp 1.000.

Harga kebutuhan hidup sehari-hari di Sri Lanka juga masih lebih murah dibanding Indonesia. Harga sesuatu kali makan nasi kari misalnya, di kedai biasa harganya kisaran 150-200 Rupee atau setara dengan Rp 15.000 – Rp 20.000. Di restoran yg agak besar tak jauh beda harganya. Sedikit lebih mahal di dua kawasan turis namun masih dapat dijangkau, antara 250-350 Rupee atau setara dengan Rp 25.000 – Rp 35.000.

Transportasi juga demikian. Bus dalam kota kisaran 10-20 Rupee atau setara dengan Rp 1.000 – Rp 2.000. Bus antar kota sedikit lebih mahal namun tetap hitungannya murah bagi kita. Rata–rata bus antar kota kelas ekonomi di kisaran harga 100-300 Rupee atau Rp 10.000 – Rp 30.000.

Kereta antar kota juga demikian. Gerbong kelas 3 yg paling murah bagi antar kota dengan jarak waktu 3-5 jam perjalanan rata-rata harganya 50-150 Rupee atau setara dengan Rp 5.000 – Rp 15.000. Kelas 1 yg paling mahal dikisaran harga 300 Rupee atau setara dengan Rp 30.000. Bila ingin lebih murah, para turis biasa membeli tiket kelas 2. Bedanya adalah kelas 1 menggunakan AC sementara kelas 2 tak ada AC.

Hanya terasa sedikit mahal bagi tiket masuk area turis. Tiket resmi mampu mencapai 20-30 dollar AS. Namun tingkat penjagaan tiket di kawasan Sri Lanka tak terlalu ketat. Berdasarkan pengalaman KompasTravel, para sopir tuk-tuk atau staf hotel  menawarkan “jalan belakang” atau bayar tanpa tiket resmi yg harganya lebih murah.

Saat mengelilingi di kota tua Arunadhapura, seharusnya membayar tiket seharga 25 dollar AS. Namun KompasTravel cuma diminta uang tambahan 2.000 Rupee atau setara dengan Rp 200.000 atau sekitar 17 dollar AS buat masuk ke Stupa dan reruntuhan peninggalan sejarah.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Pantai di Sri Lanka yaitu daya tarik bagi mendatangkan wisatawan.

Untuk belanja makanan, minuman atau barang, toko-toko di Sri Lanka mematok harga yg sama dengan masyarakat lokal. Yang patut diwaspadai adalah harga tuk-tuk dan dua hotel.

Makanya bagi harga transportasi, lebih rajinlah bertanya terlebih lalu seputar harga dan arah jalan. Untuk hotel lebih mudahnya adalah pesan dan bayar melalui website perjalanan atau cara online.

Untuk penerbangan mulai sedikit mahal dan sedikit pilihan. Dari Indonesia biasanya para turis memakai pesawat Malaysia Airlines dan Lankan Airlines. Untuk pesawat penerbangan murah, AirAsia menyediakan rute dari Kuala Lumpur ke Kolombo. Penerbangan ini tidak jarang menawarkan harga promo ke Kolombo. Kalau beruntung dapat mendapatkan harga Rp 1-2 juta saja bagi tiket PP.

Dengan kantong kocek yg tipis, kamu mampu menikmati pemandangan dan pantai yg bagus. Ditambah mengenal lebih dalam negara yg baru membuka diri. Menyenangkan bukan?
Sumber: http://travel.kompas.com