Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),bersama Lab Risiko Perkotaan Massachusetts Institute of Technology (MIT), meluncurkan PetaBencana.id, sebuah sistem free dan peta bencana terbuka untuk publik, hal ini sebagai bagian untuk mengatasi kemungkinan banjir di musim hujan awal 2017 ini.

Selain itu, kolaborasi kedua lembaga ini juga menyertakan media sosial, teknologi digital dan partisipasi masyarakat untuk membuat peta secara realtime. Masyarakat dapat mengakses informasi ini secara gratis.

“Target pengguna media sosial dan atau user aktif untuk PetaBencana.id adalah 50 juta orang, dengan 31 juta warga yang menjadi target mereka yang tinggal di Jakarta atau Jabodetabek,, Surabaya dengan 10 juta dan Bandung dengan 9 juta,” kata Kepala Pusat Informasi, Data dan Hubungan Publik BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Ia juga menambahkan bahwa partisipasi publik adalah penting sebagaimana kekuatan sosial media di era sekarang ini.

Peta ini adalah merupakan bagian dari Disaster Management Early Warning and Decision Support Capacity Enhancement, kolaborasi BNPB dan BPBD, dimana saat ini sudah memasuki fase kedua. Proyek ini didukung oleh USAID dan Pusat Bencana Pasifik dan Tim OpenStreetMap untuk Kemanusiaan (HOT).

Studi awal untuk PetaBencana.id dikenal sebagai PetaJakarta.org, mempresentasikan peta banjir real time dari warga Jakarta dan lembaga-lembaga pemerintah. Selama banjir di bulan Februari 2016, peta ini telah digunakan lebih dari 30.000 warga negara.

Setelah dibuka untuk umum pada bulan Desember 2014, PetaJakarta.org telah menerima laporan sebanyak 150.000. Semua akses ke PetaJakarta,org akan ditransfer ke PetaBencana.id yang akan menyediakan layanan lebih dari 50 juta orang di tiga kota-kota besar di Indonesia.

Dr. Etienne Turpin, Co-direktur PetaBencana.id dan peneliti Lab Risiko Perkotaan MIT, mengatakan bahwa pengguna dapat melaporkan menggunakan beberapa metode yang mereka sukai seperti twitter, Telegram atau Qlue, informasi ini akan langsung terintegrasi dengan peta real time. Para pengguna dapat mengunjungi http://www.petabencana.id/ untuk mengakses situasi banjir di Jabodebatek , Surabaya dan Bandung.

Selain itu, pengguna dapat secara aktif melaporkan banjir di wilayah mereka secara real-time. Laporan tersebut akan dapat diverifikasi dan disebarluaskan melalui peta publik. PetaBencana.id tidak hanya mengumpulkan laporan dengan cara crowdsourcing dari media digital saja, tetapi juga menyediakan informasi pada infrastruktur bencana. Peta ini juga dapat menampilkan tingkat ketinggian air dan lokasi pompa terdekat sehingga memberikan pandangan yang utuh terkait kondisi banjir terkini.

Tertarik mencoba dan berkontribusi ? Langsung saja meluncur ke www.petabencana.id

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),bersama Lab Risiko Perkotaan Massachusetts Institute of Technology (MIT), meluncurkan PetaBencana.id, sebuah sistem free dan peta bencana terbuka untuk publik, hal ini sebagai bagian untuk mengatasi kemungkinan banjir di musim hujan awal 2017 ini.

Selain itu, kolaborasi kedua lembaga ini juga menyertakan media sosial, teknologi digital dan partisipasi masyarakat untuk membuat peta secara realtime. Masyarakat dapat mengakses informasi ini secara gratis.

“Target pengguna media sosial dan atau user aktif untuk PetaBencana.id adalah 50 juta orang, dengan 31 juta warga yang menjadi target mereka yang tinggal di Jakarta atau Jabodetabek,, Surabaya dengan 10 juta dan Bandung dengan 9 juta,” kata Kepala Pusat Informasi, Data dan Hubungan Publik BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Ia juga menambahkan bahwa partisipasi publik adalah penting sebagaimana kekuatan sosial media di era sekarang ini.

Peta ini adalah merupakan bagian dari Disaster Management Early Warning and Decision Support Capacity Enhancement, kolaborasi BNPB dan BPBD, dimana saat ini sudah memasuki fase kedua. Proyek ini didukung oleh USAID dan Pusat Bencana Pasifik dan Tim OpenStreetMap untuk Kemanusiaan (HOT).

Studi awal untuk PetaBencana.id dikenal sebagai PetaJakarta.org, mempresentasikan peta banjir real time dari warga Jakarta dan lembaga-lembaga pemerintah. Selama banjir di bulan Februari 2016, peta ini telah digunakan lebih dari 30.000 warga negara.

Setelah dibuka untuk umum pada bulan Desember 2014, PetaJakarta.org telah menerima laporan sebanyak 150.000. Semua akses ke PetaJakarta,org akan ditransfer ke PetaBencana.id yang akan menyediakan layanan lebih dari 50 juta orang di tiga kota-kota besar di Indonesia.

Dr. Etienne Turpin, Co-direktur PetaBencana.id dan peneliti Lab Risiko Perkotaan MIT, mengatakan bahwa pengguna dapat melaporkan menggunakan beberapa metode yang mereka sukai seperti twitter, Telegram atau Qlue, informasi ini akan langsung terintegrasi dengan peta real time. Para pengguna dapat mengunjungi http://www.petabencana.id/ untuk mengakses situasi banjir di Jabodebatek , Surabaya dan Bandung.

Selain itu, pengguna dapat secara aktif melaporkan banjir di wilayah mereka secara real-time. Laporan tersebut akan dapat diverifikasi dan disebarluaskan melalui peta publik. PetaBencana.id tidak hanya mengumpulkan laporan dengan cara crowdsourcing dari media digital saja, tetapi juga menyediakan informasi pada infrastruktur bencana. Peta ini juga dapat menampilkan tingkat ketinggian air dan lokasi pompa terdekat sehingga memberikan pandangan yang utuh terkait kondisi banjir terkini.

Tertarik mencoba dan berkontribusi ? Langsung saja meluncur ke www.petabencana.id

BNPB dan MIT meluncurkan petabencana.id

'bencana"

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),bersama Lab Risiko Perkotaan Massachusetts Institute of Technology (MIT), meluncurkan PetaBencana.id, sebuah sistem free dan peta bencana terbuka untuk publik, hal ini sebagai bagian untuk mengatasi kemungkinan banjir di musim hujan awal 2017 ini.

Selain itu, kolaborasi kedua lembaga ini juga menyertakan media sosial, teknologi digital dan partisipasi masyarakat untuk membuat peta secara realtime. Masyarakat dapat mengakses informasi ini secara gratis.

“Target pengguna media sosial dan atau user aktif untuk PetaBencana.id adalah 50 juta orang, dengan 31 juta warga yang menjadi target mereka yang tinggal di Jakarta atau Jabodetabek,, Surabaya dengan 10 juta dan Bandung dengan 9 juta,” kata Kepala Pusat Informasi, Data dan Hubungan Publik BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Ia juga menambahkan bahwa partisipasi publik adalah penting sebagaimana kekuatan sosial media di era sekarang ini.

Peta ini adalah merupakan bagian dari Disaster Management Early Warning and Decision Support Capacity Enhancement, kolaborasi BNPB dan BPBD, dimana saat ini sudah memasuki fase kedua. Proyek ini didukung oleh USAID dan Pusat Bencana Pasifik dan Tim OpenStreetMap untuk Kemanusiaan (HOT).

Studi awal untuk PetaBencana.id dikenal sebagai PetaJakarta.org, mempresentasikan peta banjir real time dari warga Jakarta dan lembaga-lembaga pemerintah. Selama banjir di bulan Februari 2016, peta ini telah digunakan lebih dari 30.000 warga negara.

Setelah dibuka untuk umum pada bulan Desember 2014, PetaJakarta.org telah menerima laporan sebanyak 150.000. Semua akses ke PetaJakarta,org akan ditransfer ke PetaBencana.id yang akan menyediakan layanan lebih dari 50 juta orang di tiga kota-kota besar di Indonesia.

Dr. Etienne Turpin, Co-direktur PetaBencana.id dan peneliti Lab Risiko Perkotaan MIT, mengatakan bahwa pengguna dapat melaporkan menggunakan beberapa metode yang mereka sukai seperti twitter, Telegram atau Qlue, informasi ini akan langsung terintegrasi dengan peta real time. Para pengguna dapat mengunjungi http://www.petabencana.id/ untuk mengakses situasi banjir di Jabodebatek , Surabaya dan Bandung.

Selain itu, pengguna dapat secara aktif melaporkan banjir di wilayah mereka secara real-time. Laporan tersebut akan dapat diverifikasi dan disebarluaskan melalui peta publik. PetaBencana.id tidak hanya mengumpulkan laporan dengan cara crowdsourcing dari media digital saja, tetapi juga menyediakan informasi pada infrastruktur bencana. Peta ini juga dapat menampilkan tingkat ketinggian air dan lokasi pompa terdekat sehingga memberikan pandangan yang utuh terkait kondisi banjir terkini.

Tertarik mencoba dan berkontribusi ? Langsung saja meluncur ke www.petabencana.id

[the_ad id="297"] [the_ad id="326"] [the_ad id="339"]