Lebih dari satu dekade yang lalu, si jenius Elon Musk meletakkan master plan Tesla untuk membantu menyelamatkan lingkungan. Musk punya tujuan mempercepat peralihan ketergantungan manusia terhadap kendaraan bertenaga karbon menuju kendaraan bertenaga surya dan listrik. Dia juga mengimbau, ketimbang menghamburkan banyak uang untuk membangun mobil sport, lebih baik uang itu digunakan untuk membangun mobil yang terjangkau. Jika perlu, gunakan uang itu untuk membangun mobil dengan nol emisi. Hari ini, Sabtu (29/7), adalah momen penting bagi Musk untuk memperlihatkan bahwa semangatnya terhadap master plan Tesla masih membara dan semakin dekat dengan kenyataan.

Dalam sebuah acara di pabrik Tesla di Fremont, California, Musk menggelar jumpa pers untuk menyerahkan kunci mobil listrik terbarunya, Model 3, kepada 30 pemilik baru pertama. Model 3 adalah mobil Tesla dengan harga terendah, dan telah mengusung teknologi kelas atas serta kemewahan yang selama ini jadi ciri khas Tesla. Tipe standar Tesla Model 3 dibanderol 35.000 dolar AS atau sekitar Rp 466 juta yang bisa menggapai 0 sampai 96,5 kilometer dalam waktu 5,6 detik. Lalu tipe long range dijual 44.000 dolar AS atau sekitar Rp 586 juta bisa menggapai 0 sampai 96,5 kilometer dalam waktu 5,1 detik.

Seperti Apple Meluncurkan iPhone Bagi Tesla dan Musk, semangat peluncuran Model 3 bisa disamakan dengan semangat Apple meluncurkan iPhone untuk meredefinisi sebuah ponsel pintar dan kecanggihannya. Keduanya ingin mengubah dunia. Bedanya, Tesla ingin lebih memperluas kehadiran mobil listriknya di tangan masyarakat yang lebih, sekaligus mengubah dunia. Model 3 ditargetkan menjadi kendaraan listrik massal dari Tesla yang akan mengubah ketergantungan kendaraan terhadap tenaga minyak dan membuat manusia mengucapkan selamat tinggal pada polusi udara dari kendaraan. Musk hendak memberi tahu dunia bahwa ini adalah mobil listrik terhebat dengan harga yang demikian terjangkau. Dia berkata ada 10.000 komponen unik di mobil ini, 8 kamera, dan 12 sensor ultrasonik.

Seperti Model S dan Model X, mobil baru Model 3 dipastikan bisa berjalan otonom tanpa harus dikendalikan oleh sopir. Siapa saja yang memilikinya nanti, bisa melakukan servis rutin tanpa harus meninggalkan rumah mereka. “Kami telah menyederhanakan proses pembuatannya secara dramatis. Dalam jumlah ruang pabrik yang sama untuk membangun 50.000 mobil, kita bisa membangun 250.000 Model 3,” kata Musk, dikutip The Verge.

Tesla tentu saja harus berjuang keras untuk lebih memperkenalkan teknologi mobil listrik kepada dunia. Di Amerika Serikat saja, pada Desember 2016, cuma ada 542.000 mobil listrik yang dijual di negara ini, menurut data dari perusahaan penyedia jaringan pengisi daya kendaraan listrik, ChargePoint. Tesla boleh berbangga hati atas data di atas, karena Tesla Model S dan Model X menduduki posisi puncak mobil listrik terlaris di 2016, diikuti oleh Nissan Leaf dan BMW i3. Yang lain mengikuti. Volvo baru saja mengumumkan rencana memproduksi mobil listrik atau hibrida di tahun 2019. Ford bertekad membawa mobil listrik perdananya di 2020. Chevrolet Bolt telah terjual di Juli 2017 dan laku sebanyak 8.000 unit. Pemerintah di suatu negara juga mulai mendorong pemakaian mobil listrik atau tenaga surya. Inggris dan Prancis mengumumkan mereka akan melarang penjualan mobil gas dan diesel pada tahun 2040.

Semua kabar itu akan menyenangkan bagi Tesla, dan mereka memilih untuk memperkenalkan Model 3 sekarang. Mobil ini mendapat sambutan cukup baik. Sudah ada 400.000 pre-order. Jika Tesla bisa memenuhi semua permintaan ini, otomatis jumlah mobil listrik makin besar dan ada potensi besar mereka bisa memimpin pasar untuk kategori mobil hijau. Dalam acara jumpa pers ini, ada sejumlah pertanyaan yang kemudian ditujukan kepada Musk. Terkait dengan gaya Tesla yang tak menjalankan strategi pemasaran yang baik, namun memiliki produk inovatif, ada pertanyaan soal kapan masyarakat luas bisa melihat Model 3? Musk menjawab, “Kami melakukan semua yang kami bisa untuk mengungkap mobil tersebut.” Kemudian, ada juga yang mengajukan pertanyaan soal perasaan Musk di hari besar ini ketika ia memperkenalkan Model 3. Untuk pertanyaan di atas dia menjawab, “Ini adalah hari yang menyenangkan bagi Tesla. Ini adalah hal yang sedang kita jalani. Inti dari Tesla adalah membuat mobil listrik yang terjangkau. Tidak pernah ada tujuan kami untuk membuat mobil mahal, kami tidak ingin membuat mobil yang tidak bisa dibeli siapa pun,” katanya. “Jika Anda mencoba membuat perubahan di dunia ini, Anda harus menciptakan mobil yang bisa dibeli oleh orang-orang.”

diolah dari kumparan

Lebih dari satu dekade yang lalu, si jenius Elon Musk meletakkan master plan Tesla untuk membantu menyelamatkan lingkungan. Musk punya tujuan mempercepat peralihan ketergantungan manusia terhadap kendaraan bertenaga karbon menuju kendaraan bertenaga surya dan listrik. Dia juga mengimbau, ketimbang menghamburkan banyak uang untuk membangun mobil sport, lebih baik uang itu digunakan untuk membangun mobil yang terjangkau. Jika perlu, gunakan uang itu untuk membangun mobil dengan nol emisi. Hari ini, Sabtu (29/7), adalah momen penting bagi Musk untuk memperlihatkan bahwa semangatnya terhadap master plan Tesla masih membara dan semakin dekat dengan kenyataan.

Dalam sebuah acara di pabrik Tesla di Fremont, California, Musk menggelar jumpa pers untuk menyerahkan kunci mobil listrik terbarunya, Model 3, kepada 30 pemilik baru pertama. Model 3 adalah mobil Tesla dengan harga terendah, dan telah mengusung teknologi kelas atas serta kemewahan yang selama ini jadi ciri khas Tesla. Tipe standar Tesla Model 3 dibanderol 35.000 dolar AS atau sekitar Rp 466 juta yang bisa menggapai 0 sampai 96,5 kilometer dalam waktu 5,6 detik. Lalu tipe long range dijual 44.000 dolar AS atau sekitar Rp 586 juta bisa menggapai 0 sampai 96,5 kilometer dalam waktu 5,1 detik.

Seperti Apple Meluncurkan iPhone Bagi Tesla dan Musk, semangat peluncuran Model 3 bisa disamakan dengan semangat Apple meluncurkan iPhone untuk meredefinisi sebuah ponsel pintar dan kecanggihannya. Keduanya ingin mengubah dunia. Bedanya, Tesla ingin lebih memperluas kehadiran mobil listriknya di tangan masyarakat yang lebih, sekaligus mengubah dunia. Model 3 ditargetkan menjadi kendaraan listrik massal dari Tesla yang akan mengubah ketergantungan kendaraan terhadap tenaga minyak dan membuat manusia mengucapkan selamat tinggal pada polusi udara dari kendaraan. Musk hendak memberi tahu dunia bahwa ini adalah mobil listrik terhebat dengan harga yang demikian terjangkau. Dia berkata ada 10.000 komponen unik di mobil ini, 8 kamera, dan 12 sensor ultrasonik.

Seperti Model S dan Model X, mobil baru Model 3 dipastikan bisa berjalan otonom tanpa harus dikendalikan oleh sopir. Siapa saja yang memilikinya nanti, bisa melakukan servis rutin tanpa harus meninggalkan rumah mereka. “Kami telah menyederhanakan proses pembuatannya secara dramatis. Dalam jumlah ruang pabrik yang sama untuk membangun 50.000 mobil, kita bisa membangun 250.000 Model 3,” kata Musk, dikutip The Verge.

Tesla tentu saja harus berjuang keras untuk lebih memperkenalkan teknologi mobil listrik kepada dunia. Di Amerika Serikat saja, pada Desember 2016, cuma ada 542.000 mobil listrik yang dijual di negara ini, menurut data dari perusahaan penyedia jaringan pengisi daya kendaraan listrik, ChargePoint. Tesla boleh berbangga hati atas data di atas, karena Tesla Model S dan Model X menduduki posisi puncak mobil listrik terlaris di 2016, diikuti oleh Nissan Leaf dan BMW i3. Yang lain mengikuti. Volvo baru saja mengumumkan rencana memproduksi mobil listrik atau hibrida di tahun 2019. Ford bertekad membawa mobil listrik perdananya di 2020. Chevrolet Bolt telah terjual di Juli 2017 dan laku sebanyak 8.000 unit. Pemerintah di suatu negara juga mulai mendorong pemakaian mobil listrik atau tenaga surya. Inggris dan Prancis mengumumkan mereka akan melarang penjualan mobil gas dan diesel pada tahun 2040.

Semua kabar itu akan menyenangkan bagi Tesla, dan mereka memilih untuk memperkenalkan Model 3 sekarang. Mobil ini mendapat sambutan cukup baik. Sudah ada 400.000 pre-order. Jika Tesla bisa memenuhi semua permintaan ini, otomatis jumlah mobil listrik makin besar dan ada potensi besar mereka bisa memimpin pasar untuk kategori mobil hijau. Dalam acara jumpa pers ini, ada sejumlah pertanyaan yang kemudian ditujukan kepada Musk. Terkait dengan gaya Tesla yang tak menjalankan strategi pemasaran yang baik, namun memiliki produk inovatif, ada pertanyaan soal kapan masyarakat luas bisa melihat Model 3? Musk menjawab, “Kami melakukan semua yang kami bisa untuk mengungkap mobil tersebut.” Kemudian, ada juga yang mengajukan pertanyaan soal perasaan Musk di hari besar ini ketika ia memperkenalkan Model 3. Untuk pertanyaan di atas dia menjawab, “Ini adalah hari yang menyenangkan bagi Tesla. Ini adalah hal yang sedang kita jalani. Inti dari Tesla adalah membuat mobil listrik yang terjangkau. Tidak pernah ada tujuan kami untuk membuat mobil mahal, kami tidak ingin membuat mobil yang tidak bisa dibeli siapa pun,” katanya. “Jika Anda mencoba membuat perubahan di dunia ini, Anda harus menciptakan mobil yang bisa dibeli oleh orang-orang.”

diolah dari kumparan

Antara Elon Musk, Tesla Model 3, dan Semangat Mengubah Dunia

Lebih dari satu dekade yang lalu, si jenius Elon Musk meletakkan master plan Tesla untuk membantu menyelamatkan lingkungan. Musk punya tujuan mempercepat peralihan ketergantungan manusia terhadap kendaraan bertenaga karbon menuju kendaraan bertenaga surya dan listrik. Dia juga mengimbau, ketimbang menghamburkan banyak uang untuk membangun mobil sport, lebih baik uang itu digunakan untuk membangun mobil yang terjangkau. Jika perlu, gunakan uang itu untuk membangun mobil dengan nol emisi. Hari ini, Sabtu (29/7), adalah momen penting bagi Musk untuk memperlihatkan bahwa semangatnya terhadap master plan Tesla masih membara dan semakin dekat dengan kenyataan.

Dalam sebuah acara di pabrik Tesla di Fremont, California, Musk menggelar jumpa pers untuk menyerahkan kunci mobil listrik terbarunya, Model 3, kepada 30 pemilik baru pertama. Model 3 adalah mobil Tesla dengan harga terendah, dan telah mengusung teknologi kelas atas serta kemewahan yang selama ini jadi ciri khas Tesla. Tipe standar Tesla Model 3 dibanderol 35.000 dolar AS atau sekitar Rp 466 juta yang bisa menggapai 0 sampai 96,5 kilometer dalam waktu 5,6 detik. Lalu tipe long range dijual 44.000 dolar AS atau sekitar Rp 586 juta bisa menggapai 0 sampai 96,5 kilometer dalam waktu 5,1 detik.

Seperti Apple Meluncurkan iPhone Bagi Tesla dan Musk, semangat peluncuran Model 3 bisa disamakan dengan semangat Apple meluncurkan iPhone untuk meredefinisi sebuah ponsel pintar dan kecanggihannya. Keduanya ingin mengubah dunia. Bedanya, Tesla ingin lebih memperluas kehadiran mobil listriknya di tangan masyarakat yang lebih, sekaligus mengubah dunia. Model 3 ditargetkan menjadi kendaraan listrik massal dari Tesla yang akan mengubah ketergantungan kendaraan terhadap tenaga minyak dan membuat manusia mengucapkan selamat tinggal pada polusi udara dari kendaraan. Musk hendak memberi tahu dunia bahwa ini adalah mobil listrik terhebat dengan harga yang demikian terjangkau. Dia berkata ada 10.000 komponen unik di mobil ini, 8 kamera, dan 12 sensor ultrasonik.

Seperti Model S dan Model X, mobil baru Model 3 dipastikan bisa berjalan otonom tanpa harus dikendalikan oleh sopir. Siapa saja yang memilikinya nanti, bisa melakukan servis rutin tanpa harus meninggalkan rumah mereka. “Kami telah menyederhanakan proses pembuatannya secara dramatis. Dalam jumlah ruang pabrik yang sama untuk membangun 50.000 mobil, kita bisa membangun 250.000 Model 3,” kata Musk, dikutip The Verge.

Tesla tentu saja harus berjuang keras untuk lebih memperkenalkan teknologi mobil listrik kepada dunia. Di Amerika Serikat saja, pada Desember 2016, cuma ada 542.000 mobil listrik yang dijual di negara ini, menurut data dari perusahaan penyedia jaringan pengisi daya kendaraan listrik, ChargePoint. Tesla boleh berbangga hati atas data di atas, karena Tesla Model S dan Model X menduduki posisi puncak mobil listrik terlaris di 2016, diikuti oleh Nissan Leaf dan BMW i3. Yang lain mengikuti. Volvo baru saja mengumumkan rencana memproduksi mobil listrik atau hibrida di tahun 2019. Ford bertekad membawa mobil listrik perdananya di 2020. Chevrolet Bolt telah terjual di Juli 2017 dan laku sebanyak 8.000 unit. Pemerintah di suatu negara juga mulai mendorong pemakaian mobil listrik atau tenaga surya. Inggris dan Prancis mengumumkan mereka akan melarang penjualan mobil gas dan diesel pada tahun 2040.

Semua kabar itu akan menyenangkan bagi Tesla, dan mereka memilih untuk memperkenalkan Model 3 sekarang. Mobil ini mendapat sambutan cukup baik. Sudah ada 400.000 pre-order. Jika Tesla bisa memenuhi semua permintaan ini, otomatis jumlah mobil listrik makin besar dan ada potensi besar mereka bisa memimpin pasar untuk kategori mobil hijau. Dalam acara jumpa pers ini, ada sejumlah pertanyaan yang kemudian ditujukan kepada Musk. Terkait dengan gaya Tesla yang tak menjalankan strategi pemasaran yang baik, namun memiliki produk inovatif, ada pertanyaan soal kapan masyarakat luas bisa melihat Model 3? Musk menjawab, “Kami melakukan semua yang kami bisa untuk mengungkap mobil tersebut.” Kemudian, ada juga yang mengajukan pertanyaan soal perasaan Musk di hari besar ini ketika ia memperkenalkan Model 3. Untuk pertanyaan di atas dia menjawab, “Ini adalah hari yang menyenangkan bagi Tesla. Ini adalah hal yang sedang kita jalani. Inti dari Tesla adalah membuat mobil listrik yang terjangkau. Tidak pernah ada tujuan kami untuk membuat mobil mahal, kami tidak ingin membuat mobil yang tidak bisa dibeli siapa pun,” katanya. “Jika Anda mencoba membuat perubahan di dunia ini, Anda harus menciptakan mobil yang bisa dibeli oleh orang-orang.”

diolah dari kumparan