Jejak VOC : The Untold Story

Setiap disebut nama VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) atau disini biasa disebut Kompeni, maka yang terbayang pertama kali adalah penjajahan dan heroisme perlawanan para leluhur menggunakan bambu runcing melawan tentara berambut pirang, bersenapan loncok dan meriam. Begitulah mungkin gambaran umum yang lazim terjadi. Bagi sebagian orang VOC adalah hantu dimasa lalu, begitu tangguh menguasai bangsa ini di masa lalu, tapi benarkah demikian adanya? APaya yang menyebabkan VOC sangat mumluni di masa itu? lantas kenapa mereka kemudian juga bisa runtuh tak bersisa? Cakrapedia mencoba menurunkan laporan khusus berseri dalam rangka peringatan kemerdekaan RI ke 72 ini tentang sepak terjang VOC, ada banyak hal yang tidak banyak diajarkan dalam buku sejarah kita di sekolah.

PERUSAHAAN MULTINASIONAL TERBESAR DI MASANYA

Narasi tentang VOC adalah narasi inovasi yang menjadi landasan terbentuknya  tiga ekonomi modern saat ini, yaitu pasar modal (bursa efek), perdagangan komersil riil, dan Institusi perbankan. Perusahaan dengan modal patungan, yang kemudian menjadi perusahaan publik yang melantai di bursa saham, ini adalah cikal bakal model manajemen perusahaan multinasional di abad-abad berikutnya dan pasar modal Amsterdam abad ke-17 adalah prototype model permodalan internasional yang akan menjadi tulang punggung kapitalisme modern abad 21.

Kompleksitas infrastruktur kapitalisme modern dapat diurai dari kajian mendalam tentang kelahiran dan kehancuran VOC, dimulai dari strategi permodalan, pembentukan manajemen, perjanjian bisnis, manajemen operasional, hingga pembusukan yang terjadi pada masa akhir operasi bisnis mereka. Kapitalisme modern adalah produk mutakhir dari evolusi sosial kapital yang akan terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan proses seleksi alamiah manusia.

PERUSAHAAN SUPER POWER

"geocoin_voc-geocoin-2"

Ilustrasi koin VOC

Inovasi terbesar VOC sebenarnya ada pada mekanisme terobosan mata uang ( currency ). Uang pada fungsi dasarnya adalah hanya sebagai alat tukar dan pada perkembangannya, fungsi uang bertambah menjadi alat nilai dan alat penyimpan kekayaan, dua fungsi terkahir inilah yang dioptimalkan dalam lembaga pasar modal amsterdam.

VOC dalam bisnisnya memisahkan transaksi barang dengan transaksi uang, memicu lahirnya industri baru yaitu industri keuangan, yang dalam perkembangan selanjutnya mempengaruhi naik tutunnya harga barang serta kemampuan daya beli pelaku ekonomi. VOC sangat cerdikd alam mengelola hal ini. Harga rempah di Asia tak setinggi di Eropa karena suplai yang berlimpah dan permintaan yang cenderung stabil. Harga rempah di eropa relative lebih tinggi daripada Asia, karena permintaan tinggi dan kelangkaan supai, peluang inilah yang dimainkan VOC, disparitas harga. Keseimbangan antara kurva permintaan dan penawaran inilah yang membentuk harga, VOC pernah melakukan tindakan biadab di Banda dengan membantai puluhan ribu penduduknya, hanya untuk menjaga agar harga komoditi rempah tetap tinggi, mereka mampu melakukan ini karena mereka perusahaan yang memiliki unit tentara bayaran. Luar Biasa memang, selain aneka macam instrumen keuangan seperti Obligasi dan sejenisnya, VOC menciptakan ekosistem ekonomi yang monopolistik dalam perdagngan rempah, mereka yang menguasia pasar sebagai pemain tunggal.

RAJA FEODAL Vs ENTREPRENEUR

"manajemen-voc"

Sumber Foto : ANRI

Sikap entrepreneurial VOC yang pragmatis khas saudagar, memang bertentangan dengan model ekonomi raja-raja feodal di Asia dan Eropa, yang mengandalkan pemasukan kekayaan dari sewa properti, retribusi jalan raya, piutang perang dan pajak individual. Namund alam perkembangannya, pihak manajemen VOC bekerjasama dengan para pemilik tanah di Asia, yaitu para raja untuk mempertahankan konsistensi suplai komoditas barang. Bisa dikatakan Kolonialisme memang bisa berjalan selama kapitalis di sisi perdagangan, mau bekerjasama dengan kaum feodal   disisi faktor produksi. Ironis memang, tapi inilah faktor yang jarang terungkap kenapa VOC bisa begitu eksis bertahun-tahun

Bagaimana strategi detail manajemen VOC? Siapa saja yang menjadi musuh mereka di Nusnatara? Dan siapa saja yang bekerjasama dengan VO? Nantiakn terus dalam serial tulisan Liputan Khusus VOC selanjutnya.