Piknik ke Jakarta

Saat lagi bosan dengan aktivitas kerjaan sehari-hari yang kadang menumpuk, belum lagi soal tagihan invoice dari client yang belum dibayar (oke ini fix curhat..) rasa-rasanya memang perlu nyari refresh buat mengurai penat di kepala, maka pas istri dan mertua ngajak ke Jakarta untuk nengok saudara, aku iyain aja.. meski pada awalnya mikir, Yah Jakarta pasti macet lagi… bukan apa apa, sebagai mantan pekerja Jakarta selama hampir 6 tahun, macet-macetan panas dan debu Jakarta adalah makanan sehari-hari, full stress lah intinya, tapi ngeliat di TV berita update soal jakarta yang sekarang ada MRT dan berbagai macam pembangunan lain jadi penasaran juga pengen liat kondisi Jakarta yang sekarang ini.

Akhirnya cuz lah diputuskan akhir bulan Oktober kemarin berangkat sekeluarga ke Jakarta. Persiapan jauh-jauh hari mestilah dilakukan, ya karena ini perjalanan keluarga pastilah bawa krucil-krucil dan segala perlengkapannya, apalagi si kakak begitu dibilangin mau ke Jakarta udah langsung request, “kakak maunya hotel yang ada kolam renangnya..” duh kalau kakak yang bergaya princess ini udah bersabda, bisa apa lah bapak ama emaknya ini selain nurut.

Setelah pesen tiket kereta buat perjalanan pulang pergi, aku ama istri giliran yang pusing cari penginapan, anak-anak udah jelas pasti minta yang ada fasilitas kolam renang, mertua minta yang ukuran kamarnya agak luas sama yang penting stok cukup buat 3 kamar, 1 keluarga satu kamar, oh ya satu lagi harus deket dengan stasiun kereta biar pas mau pulang nanti gak buru-buru,soalnya mau jalan jalan juga deket hotel dan harganya gak usah yang mahal-mahal pusinglah kita berdua, mana penginapan pas weekend rata-rata hampir penuh, dan harganya naik semua kebanyakan.

Setelah mencoba perbandingan dari beberapa Online Travel Agent ndak ketemu yang pas, akhirnya istri mencoba mencari di OYO Hotels Indonesia dan bingo… akhirnya menemukan hotel yang masih available dan pas dengan semua kriteria yang direquest, salah satu hotel di jakarta yang memenuhi kriteria diatas ada di daerah jalan Gunung Sahari, namanya Oyo Townhouse 2. Mau ke stasiun Pasar Senen deket, ke mangga dua deket, kota tua jakarta juga deket, mau ke sekitaran monas juga deket, cocok Langsung lah di booking saat itu juga. Persiapan akomodasi sudah selesai.

D-Day

akhirnya hari keberangkatan tiba, dari Semarang kami sekeluarga naik kereta Tawang Jaya Premium, sepanjang perjalanan naik kereta ini, aku nyaris menggigil karena AC Central yang dipakai cukup dingin, kami sekeluarga memutuskan turun di Jatinegara, sebelum nanti di jemput oleh Tante Fery. Kereta sampai di stasiun Jatinegara sekitar pukul 02.45 dini hari, aku kaget pas melihat peron di stasiun Jatinegara dibongkar semua karena pembangunan di renovasi, atau malah karena proyek LRT, ndak mau ambil pusing karena bawa bocil bocil dan bayi, kami milih nunggu diluar stasiun di sebuah warung kopi pinggir jalan, yang penting ada kursi buat nunggu. Tak lama kemudian Tante Fery menjemput kami, lengkap dengan anak-anak mereka, sebenarnya Tante Fery ini habis lahiran anaknya yang ketiga Oktober tahun lalu, kami keluarga di Semarang belum sempet berkunjung, ditambah pas lebaran kemarin Tante Fery juga nggak bisa balik ke Semarang karena lebaran ke keluarga Suami di Jawa Barat sana, kami pun akhirnya langsung menuju ke rumah Tante Fery di kawasan Condet sana.

Setelah beristirahat sebentar sekalian Sarapan, Sabtu pagi kami meluncur ke kawasan puncak untuk berwisata keluaraga. Taman Wisata Matahari menjadi tujuan kami kali ini. Setelah terjebak macet karena buka tutup jalur menuju puncak jam 11 pagi kami sampai di lokasi yang dituju.

Gerombolan Bocil bocil termasuk kakak princess cukup senang bisa bermain disini bersama anak anak Tante Fery, ya karena mereka memang sudah lama nggak bertemu.

Foto keluarga di salah satu obyek kereta wisata Taman Wisata Matahari

Untuk wisata keluarga, Taman Wisata Matahari ini cukup luas dan lengkap wahana yang tersedia. Beberapa wahana bisa dimasuki secara gratis setelah membeli tiket masuk, namun ada beberapa yang harus membeli tiket lagi.

Keluarga Tante Fery
Wahana Kereta Boneka

Setelah puas berkeliling di Taman Wisata Matahari, kami lalu melanjutkan perjalanan ke Hotel yang sudah dipesan. OYO Townhouse yang berada di Jalan gunung sahari ini boleh dibilang bagus secara bangunan dan fasilitas, rebranding OYO nampak di setiap sudut dan sepertinya belum lama. Fasilitas kamarnya juga lengkap, ukuran kamarnya juga cukup besar. Setelah melakukan proses checkin dan menaruh barang di kamar, agenda selanjutnya menjadi milik para Bocil yang ingin berenang, rugi sudah bawa baju renang ama pelampung jauh-jauh dari Semarang kalau nggak jadi dipakai :)

Sudut Kamar Oyo Townhouse gunung sahari
Lobby Depan Oyo townhouse
Kolam Renang Hotel

Esok harinya minggu pagi, kami melanjutkan perjalanan untuk belanja oleh oleh ke kawasan Masjid Istiqlal. Setelah puas berkeliling, akhirnya jam 3 sore kami menuju stasiun untuk kembali ke Semarang lagi. Boleh dibilang perjalanan yang singkat dan padat, kalau ada kesempatan lagi kesini apalagi kalau dapat promo diskon akomodasi, bisa jadi kan OYO kadang ada promo macam gini, bakal bisa kami alokasikan waktu lebih lama lagi untuk keliling Jakarta. Maklum sepanjang di Jakarta, kami charter mobil dan ketika kakak princess lihat LRT yang di ujicoba atau lihat KRL dikawasan gambir selalu teriak teriak pengen naik, belum lagi ndak kesampaian mau nyobain MRT ha..ha dulu pas kerja di Jakarta emang tinggal di dekat lebak bulus sih jadi ngerasain pait-paitnya proses pembangunan MRT yang bikin macet, so bakal rencana kesini lagi dengan tujuan lokasi wisata yang lain pastinya. apapun itu ketika ke Jakarta buat orang daerah udah pasti akan banyak wisata kota, apalagi ndak semua fasilitas seperti di Jakarta ada di daerah.